Sukses Bisnis dari Rumah

Intan P. Ardanto, Bisnis Lampu Hias
Wujudkan Mimpi Bersama Pasangan.

Proses saya terjun ke bisnis ini terjadi setelah saya resign dari pekerjaan lama saya. Saat itu, posisi saya sebagai pemimpin redaksi sebuah majalah ibu dan anak, bisa dibilang sudah nyaman. Namun sebagai ibu, saya memiliki dilema ingin lebih banyak waktu untuk anak dan keluarga. Sebetulnya, selama masih bekerja, saya memang sudah punya keinginan untuk membuat usaha sendiri  bersama suami. Latar belakang kami sama-sama dari dunia design. Ilmu saya, design ilmu komunikasi visual. Sementara, suami saya seorang designer produk. Kami ingin membuat satu karya unik yang memiliki fungsi dan berbeda dari yang sudah ada. Baru setelah saya resign, kami bisa mewujudkan impian tersebut dan mendirikan Lampu Runa di tahun 2013.

Berpatner dengan pasangan dalam berbisnis adalah salah satu tantangan besar, bagaimana agar kami dapat terus selaras dan memisahkan urusan kerja dan rumah tangga. Saya belajar untuk pandai-pandai mengelola ego serta emosi ketika sedang berbeda pendapat atau ada masalah dalam pekerjaan. Sampai saat ini saya masih terus belajar agar kerja sama kami sebagai partner dapat terus berjalan dengan baik, dan kehidupan kami sebagai suami-istri juga tidak terganggu dengan masalah-masalah yang timbul dalam pekerjaan.

Saya berharap visi saya dan suami dalam usaha ini dapat terwujud, yakni melestarikan keahlian ukir tradisional dan meningkatkan taraf hidup para pengrajin yang bekerja pada kami. Kami juga ingin dapat menarik minat kaum muda dengan membuat banyak workshop agar keahlian tradisional ini tidak hilang. Bagi saya, berbisnis akan lebih baik jika sesuai dengan bidang yang kita sukai atau paling tidak sudah memiliki pengalaman dalam bidang tersebut. Dengan demikian, dalam menjalankannya kita sudah tahu ke mana arahnya dan tidak benar-benar dari nol. <Selanjutnya kisah Rina Busri, bisnis dari rumah krim pemutih>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar